Beranda » Blog » Ekspor Briket Indonesia: 6 Panduan Ampuh Sebelum Memulai Usaha Briket

Ekspor Briket Indonesia: 6 Panduan Ampuh Sebelum Memulai Usaha Briket

Diposting pada 6 November 2026 oleh magang / Dilihat: 15 kali / Kategori:

Ekspor briket Indonesia menjadi topik yang makin menarik bagi pelaku usaha kecil dan menengah. Briket arang, terutama dari tempurung kelapa, dikenal sebagai bahan bakar yang tahan lama, rendah abu, dan ramah lingkungan sehingga dicari pembeli di luar negeri.

Kualitas briket lokal yang dinilai bagus membuat banyak pihak, termasuk pemodal asing, ikut melirik industri ini.

Artikel ini membahas mengapa briket lokal Indonesia dilirik pasar dunia, siapa saja pembelinya, bagaimana proses produksinya, tantangan ekspor yang perlu diwaspadai, dan tips memulai usaha dengan dukungan mesin produksi yang tepat.

Kenapa Briket Lokal Indonesia Dilirik Dunia

ilustrasi ekspor briket

ilustrasi ekspor briket

Alasan utamanya adalah kualitas kajian akademik tentang ekspor briket menyebut, kelapa dari Indonesia memiliki nilai kalor tinggi, sekitar 6.700-7.100 kcal/kg, sehingga briket arangnya digemari di berbagai pasar internasional.

Kajian lain menambahkan bahwa briket arang Indonesia dinilai berkualitas baik karena daya tahan apinya lebih lama, kadar abunya rendah, dan kepadatannya tinggi.

Dalam sebuah publikasi tentang penerapan mesin pengaduk briket, disebutkan pula bahwa kualitas briket kelapa Indonesia dinilai terbaik oleh pasar internasional.

Posisi Indonesia di pasar juga kuat. Sebuah jurnal bisnis tentang eksportir briket menyebut, Indonesia menguasai lebih dari 90% pangsa pasar dunia khusus untuk briket arang batok kelapa natural. Angka ini berasal dari satu kajian.

Jadi, anggap sebagai gambaran dominasi, bukan angka resmi yang harus dikutip mentah-mentah. Selain kualitas, briket kelapa dianggap bahan bakar alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan.

Sebab. pembuatan briket memanfaatkan limbah tempurung kelapa yang sebelumnya sering terbuang. Kombinasi kualitas, bahan baku lokal yang melimpah, dan nilai tambah dari limbah membuat ekspor briket Indonesia menarik secara bisnis.

Walau sama-sama bahan pembakaran, ada saja yang masih menganggap briket sama dengan karang. Padahal, kedunya berbeda. Ingin tahu bedanya? Simak artikel Sering Dianggap Sama, Inilah Perbedaan Arang dan Briket!

Negara Tujuan dan Pembeli Briket

Briket Indonesia dikirim ke banyak kawasan. Sebuah studi dari IPB mencatat, briket arang tempurung kelapa menguasai ekspor ke pasar Mesir, Nigeria, Brasil, Rusia, Ukraina, Moldova, hingga Turki.

Sementara itu, laporan lain menyebut produk briket banyak dibutuhkan di Eropa, Amerika, dan Timur Tengah.

Pembeli luar negeri umumnya memakai briket untuk pemanggang, barbekyu, dan shisha, sehingga kebutuhan stabilnya bergantung pada kebiasaan konsumen di tiap negara.

Karena permintaannya berbeda antar kawasan dan musim, eksportir yang cermat biasanya mengatur kontrak jauh hari dan tidak hanya mengandalkan satu pasar.

Aku tidak menemukan data yang menunjukkan lonjakan permintaan khusus menjelang Natal dan Tahun Baru, jadi anggaplah pola musiman sebagai sesuatu yang perlu kamu cek langsung dengan calon pembeli.

Baca Juga: 7 Fakta Menarik tentang Prospek Bisnis Briket Arang Kayu yang Perlu Diketahui

Investor Asing: Peluang dan Tantangan bagi Pelaku Lokal

Menariknya, sektor ini memang menarik minat pemodal dari luar negeri. Kajian dalam Syntax Literate (April 2026) menyebut, sebagian produsen masih berskala UKM.

Hal itu turut mengundang investor asing untuk membuka pabrik sendiri di Indonesia. Artinya, industri ini dianggap punya prospek dan biaya produksi yang menarik.

Bagi pelaku lokal, kabar ini punya dua sisi. Sisi positifnya, ada peluang kemitraan, pembeli rutin, dan transfer standar mutu dari pemodal dan pembeli luar negeri.

Sisi waspadanya, persaingan bisa makin ketat. Asosiasi pengusaha briket pernah menyampaikan, industri arang kelapa tergolong berinvestasi rendah dan berteknologi rendah.

Dengan investasi sekitar Rp1 miliar saja sudah bisa berjalan, sehingga masuknya pemodal besar asing dikhawatirkan menekan industri lokal. Pernyataan ini berasal dari 2022, jadi gunakan sebagai gambaran sikap industri, bukan kondisi terkini.

Jalan terbaik bagi UMKM adalah memperkuat kualitas, konsistensi, dan legalitas, supaya bisa menjadi mitra pemasok yang dipercaya, bukan sekadar pesaing harga. Produsen yang siap memenuhi spesifikasi pembeli akan lebih mudah mendapat kontrak jangka panjang.

Bahan Baku Briket yang Melimpah

Bahan baku utama briket kelapa adalah tempurung kelapa, limbah yang sangat banyak di Indonesia. Indonesia menempati posisi kedua sebagai produsen kelapa terbesar dunia, dengan produksi 2,83 juta metrik ton pada 2023, dan sekitar 98% kebun dikelola petani kecil.

Setiap butir kelapa yang diolah menjadi santan, kopra, atau minyak meninggalkan tempurung yang bisa diolah menjadi arang. Selain tempurung kelapa, briket juga bisa dibuat dari serbuk gergaji, sekam padi, dan limbah kayu atau bambu.

Untuk merekatkan serbuk arang, dipakai perekat, dan salah satu yang umum adalah tapioka. Dalam sebuah penelitian disebutkan, tapioka dimanfaatkan sebagai bahan campuran perekat pada briket arang bambu dan tempurung kelapa sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.

Proses Produksi dan Mesin Briket

Pembuatan briket kelapa secara umum terdiri dari beberapa tahap. Pertama, tempurung kelapa dibakar dalam kondisi terbatas oksigen (karbonisasi) hingga menjadi arang.

Kedua, arang dihancurkan dan diayak menjadi serbuk. Ketiga, serbuk dicampur dengan perekat dan air secukupnya sampai adonan homogen.

Keempat, adonan dicetak menjadi bentuk yang diinginkan, misalnya kubus, heksagonal, atau silinder. Kelima, briket dikeringkan sampai kadar airnya sesuai standar, lalu disortir dan dikemas.

Setiap tahap bisa dibantu mesin. Mesin penghancur dan pengayak menghasilkan serbuk seragam, mesin pengaduk memastikan perekat tercampur rata, dan mesin pencetak menghasilkan bentuk dan kepadatan yang konsisten.

Sebuah kajian mencatat pentingnya mesin pengaduk untuk briket arang tempurung kelapa, dan studi lain menyoroti bahwa pengadaan alat pengering penting untuk meningkatkan produksi dan kualitas briket, terutama kadar air, kadar abu, dan karbon terikat.

Madani Technology menawarkan mesin pengolahan dan produksi yang dapat mendukung usaha briket, mulai dari penghancur arang, pengaduk, pencetak, hingga pengering.

Kamu bisa meningkatkan kapasitas, menjaga keseragaman bentuk, dan mengurangi produk gagal sehingga lebih siap memenuhi pesanan ekspor.

Baca juga: Manfaatkan Limbah! Yuk, Bikin Briket Arang Kayu, Begini Caranya

Tantangan Ekspor Briket Arang Kelapa

Pembeli luar negeri biasanya punya spesifikasi ketat: kadar air, kadar abu, karbon terikat, nilai kalor, ukuran, dan daya bakar. Di pasar domestik, acuannya adalah SNI.

Namun, laporan menyebut, tidak semua pabrik arang briket di Indonesia sanggup memenuhi persyaratan kualitas tersebut. Karena itu, uji laboratorium dan pengendalian mutu menjadi bagian penting sebelum kamu menawarkan produk ke pembeli luar negeri.

Daya saing juga perlu dibangun. Sebuah analisis ekspor briket menyimpulkan bahwa ekspor briket arang tempurung kelapa Indonesia kuat secara komparatif, namun belum optimal secara kompetitif.

Tantangan utamanya bukan ketersediaan sumber daya alam. Artinya, bahan baku kita melimpah, tetapi kemampuan memenuhi standar, efisiensi, dan strategi pemasaran masih perlu ditingkatkan.

Dari sisi logistik, briket termasuk barang yang mudah terbakar. Eksportir pernah mengeluhkan bahwa perusahaan pelayaran asing sulit menerima produk briket arang karena tergolong barang mudah terbakar.

Solusinya, kerja sama dengan forwarder berpengalaman, kemasan dan dokumen yang sesuai ketentuan pengiriman barang berbahaya, serta perencanaan jadwal yang matang. Hindari janji pengiriman cepat tanpa memastikan ketersediaan kapal dan kontainer.

Ada pula faktor kurs dan fluktuasi pasar. Data ekspor briket Indonesia menunjukkan ekspor mengalami fluktuasi namun tetap menunjukkan tingginya permintaan pasar internasional. Karena itu, jangan menaruh seluruh produksi pada satu pembeli atau satu negara.

Baca Juga: Potensi Bisnis Briket Arang Batok Kelapa, Bisa Cuan Besar

Tips Memulai Usaha Briket dan Ekspor

Mulailah dari kualitas. Uji sampel briketmu di laboratorium untuk kadar air, kadar abu, karbon terikat, dan nilai kalor, lalu simpan hasilnya sebagai bukti saat bernegosiasi.

Cari tahu spesifikasi yang diminta pembeli di negara tujuan sebelum berproduksi dalam jumlah besar. Urus legalitas dasar seperti NIB dan izin usaha, lalu pelajari dokumen ekspor dan kerja sama dengan forwarder berpengalaman.

Siapkan kemasan yang aman dan sesuai ketentuan pengiriman barang mudah terbakar. Bangun portofolio lewat pasar domestik terlebih dahulu agar kamu punya pengalaman produksi dan pelanggan nyata.

Restoran, warung sate, kafe, dan acara BBQ membutuhkan briket yang bersih dan awet. Karena ekspor membutuhkan waktu persiapan berbulan-bulan, waktu terbaik untuk memulai adalah sekarang, bukan menunggu musim ramai.

Hasil usaha tentu bergantung pada pasar, kurs, dan kualitas produkmu, jadi buat skenario konservatif sebelum berinvestasi mesin besar. Ekspor briket Indonesia punya fondasi kuat: bahan baku tempurung kelapa yang melimpah, kualitas yang dinilai baik oleh pasar, dan minat pembeli maupun pemodal.

Tantangannya ada pada standar mutu, logistik barang mudah terbakar, daya saing, dan strategi pasar. Pelaku UMKM yang disiplin pada kualitas dan siap bermitra bisa mengambil bagian dari peluang ini.

Kamu harus tahu bahwa mesin yang tepat membantu menjaga kapasitas dan keseragaman produk, dua hal yang paling dicari pembeli. Siap menyiapkan usaha briketmu?

Ingin mulai dengan mesin yang tepat untuk usaha Hubungi Madani Technology melalui 081215778768 untuk konsultasi alat dan mesin pengolahan.

Penulis: Lisa Mawardah (Magang) – Universitas Negeri Yogyakarta

Hubungi WA: 6281215778768 untuk informasi dan pemesanan produk via Whatsapp. Dapatkan penawaran terbaik dari kami saat ini juga!.

Tags: ,

Bagikan ke

Ekspor Briket Indonesia: 6 Panduan Ampuh Sebelum Memulai Usaha Briket

Saat ini belum tersedia komentar.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Ekspor Briket Indonesia: 6 Panduan Ampuh Sebelum Memulai Usaha Briket

Social Media & Marketplace
Chat via Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Pemesanan 2
● online
Pemesanan 2
● online
Halo, perkenalkan saya Pemesanan 2
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: