Bagaimana Cara Menyimpan Silase agar Tidak Cepat Busuk?
Anda ingin stok pakan fermentasi tetap awet dan aman dikonsumsi? Pelajari cara menyimpan silase yang benar supaya stok tidak membusuk sebelum sempat digunakan.
Memang, proses pembuatannya terlihat sederhana. Namun di balik itu, teknik mengawetkan hijauan ini ternyata membutuhkan perhatian khusus terhadap detail-detail kecil agar nutrisinya tetap utuh.
Maka dari itu, yuk, kita bahas tuntas panduan praktisnya agar kualitas penyimpanan pakan ternak di peternakan Anda selalu dan tidak terbuang sia-sia.
Apa yang Membuat Silase Bisa Gagal dan Membusuk?

Ilustrasi silase yang berbau busuk.
Sebelum masuk ke cara menyimpan silase agar tidak cepat busuk, kita perlu tahu dulu apa sebenarnya faktor yang membuat pakan fermentasi ini gagal total.
Pada dasarnya, proses dalam membuat silase sangat mengandalkan mikroorganisme asam laktat yang bekerja di lingkungan yang sama sekali tanpa oksigen.
Jadi, kadar air yang berlebihan serta paparan udara bebas adalh musuh utama dari pakan hijauan tersebut.
Bakteri dan jamur akan langsung berkembang biak untuk merusak pakan ternak yang Anda simpan apabila ada oksigen yang menyelinap masuk atau rumput yang sangat basah.
Proses tersebut akan membuat silase yang seharusnya berbau masam, malah menjadi busuk sehingga tidak disukai oleh hewan ternak.
Baca Juga: Cara Membuat Pakan Silase yang Praktis agar Awet dan Bernutrisi
Cara Menyimpan Silase yang Benar
Ada beberapa tahapan yang wajib diperhatikan dari awal sampai akhir. Yuk, simak panduan praktis berikut ini!
1. Potong Rumput Harus Tepat
Tahap awal sangat menentukan keberhasilan penyimpanan, dan memotong rumput dengan ukuran yang rapi termasuk hal yang sangat krusial.
Hindari potongan rumput yang terlalu panjang agar tidak kesulitan sewaktu dipadatkan dalam wadah. Pastikan Anda mencacah rumput hingga ukurannya merata di kisaran 2–5 cm.
Proses mencacah ini akan jauh lebih cepat, efisien, dan seragam kalau Anda menggunakan mesin chopper yang tangguh.
Ukuran rumput menjadi pas dan seragam, rongga udara di dalam wadah bisa diminimalisir dengan maksimal.
2. Turunkan Kadar Air Sebelum Disimpan
Banyak peternak pemula yang langsung memasukkan rumput segar hasil ngarit ke dalam tong penyimpanan tanpa diolah dulu. Ini adalah kesalahan yang cukup fatal!
Rumput segar masih membawa kadar air yang sangat tinggi, yang bisa memicu pembusukan dan membuat hasil akhir pakan jadi terlalu berair.
Maka dari itu, turunkan kadar air hingga berada di sekitar 60%. Mau tahu caranya? Gampang!
Anda hanya perlu melayukan rumput yang sudah dicacah tadi dengan cara diangin-anginkan di tempat teduh selama beberapa jam sebelum mulai diproses lebih lanjut.
3. Padatkan Silase
Seperti yang sudah penulis singgung sebelumnya, cara menyimpan silase yang tepat sangat bergantung pada seberapa kedap udara wadah tersebut.
Saat Anda mulai memasukkan bahan pakan ke dalam silo atau drum plastik, pastikan bahan tersebut benar-benar dipadatkan sampai tidak ada lagi rongga udara di sela-sela rumput.
Lakukan pengisian ini secara bertahap: isi sepertiga bagian, padatkan dengan kuat, isi lagi, lalu padatkan lagi sampai penuh.
Semakin padat isinya, semakin sedikit oksigen yang tertinggal di dalam sehingga bakteri pembusuk tidak punya kesempatan untuk hidup.
Baca Juga: Mengenal Proses Fermentasi Pakan Sapi Potong Bernutrisi dan Manfaatnya
4. Gunakan Silo yang Berkualitas
Silo (tempat penyimpanan) memiliki banyak variasi, di antaranya drum plastik biru tebal, kantong plastik khusus (silo bag), atau lubang tanah (silo parit) yang dilapisi terpal tebal.
Mau pakai wadah apa saja, pastikan tempat tersebut tidak bocor. Kalau Anda menggunakan plastik tebal, periksa seluruh bagian dengan teliti.
Pastikan tidak ada yang bolong, aus, atau sobek. Lubang sekecil jarum pun bisa menjadi pintu masuk oksigen yang akan menghancurkan pakan ternak kesayangan Anda.
5. Tutup Super Rapat dan Kedap Udara
Langkah yang harus Anda lakukan selanjutnya setelah mengisi silase sampai wadah penuh adalah menutupnya serapat mungkin.
Jika memakai drum, pastikan klem besi pada penutupnya mengunci dengan sempurna dan tidak kendor
Kalau pakai plastik tebal, ikat bagian ujungnya kuat-kuat menggunakan karet ban atau tali tambang yang kokoh.
Beri perlindungan esktra dengan melakban kembali bagian pinggir drum atau melipat ganda ikatan plastiknya.
6. Letakkan di Tempat yang Aman dan Teduh
Pemilihan lokasi penyimpanan adalah langkah terakhir dari cara menyimpan silase yang kerap disepelekan. Jauhkan wadah dari sinar matahari langsung dan genangan air hujan.
Pilihlah area gudang yang teduh, kering, dan memiliki sirkulasi udara luar yang baik.
Berikan alas palet kayu di bawah drum agar wadah tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang lembap, serta pastikan area tersebut aman dari gangguan tikus yang hobi menggigit plastik.
Itulah tadi pembahasan mengenai cara menyimpan silase yang benar agar tidak membusuk. Setelah mengetahui semuanya, yuk, praktikkan di rumah masing-masing!
Jika Anda membutuhkan mesin yang mendukung pembuatan pakan ternak, segera konsultasikan dengan Madanitec.
Kami akan memberikan rekomendasi mesin yang sesuai dengan kebutuhan Anda, mulai dari model, ukuran, kapasitas, hingga harga. Segera hubungi kami melalui 081215778768.
HubungiTags: pakan ternak, sampah organik
Bagaimana Cara Menyimpan Silase agar Tidak Cepat Busuk?
Bagaimana cara menanggulangi sampah organik? Pertanyaan ini sifatnya sangat penting karena masih banyak orang yang acuh terhadap lingkungan, padahal mengurangi... selengkapnya
Dalam dunia industri, efisiensi dan kecepatan produksi merupakan kunci kesuksesan. Salah satu inovasi terkini yang mendukung hal ini adalah mesin... selengkapnya
Oven berbahan bakar gas LPG (Liquefied Petroleum Gas) telah menjadi pilihan populer di kalangan rumah tangga, bisnis kuliner, hingga industri... selengkapnya
Siapa yang punya stok minyak jelantah di rumah? Kalau Anda memilikinya, jangan buru-buru dibuang. Sebab, ada banyak manfaat minyak jelantah... selengkapnya
Dalam industri pengolahan makanan dan daging, efisiensi dan presisi adalah yang terpenting. Mesin gergaji tulang adalah alat hasil invosi yang... selengkapnya
Kegiatan membungkus packing kerap dilakukan sebelum mengirimnya ke jasa antar atau ekspedisi. Namun perhatikan, semua harus dilakukan dengan baik. Lantas... selengkapnya
Perayaan 17 Agustus 2025 tinggal menghitung pekan. Namun, sudahkah kita bebas dari sampah? Lingkungan semakin memprihatinkan, padahal sampah bisa dijadikan... selengkapnya
Cara mengolah sampah organik di rumah bisa Anda terapkan sebagai solusi mengatasi permasalahan sampah saat ini. Sampah, sebuah permasalahan yang... selengkapnya
Anda pasti pernah melewati kawasan atau berada di lingkungan yang penuh akan sampah plastik, bukan? Bayangkan, butuh berapa lama agar... selengkapnya
Kelapa termasuk kebutuhan pokok di lingkungan rumah tangga dan usaha pertokoan (UMKM). Kebanyakan, kelapa diubah menjadi serutan, yang bisa dijadikan... selengkapnya
Mesin pencabik daging abon adalah alat yang digunakan dalam proses membuat abon. Mesin pencabik berfungsi untuk mencacah (menyuwir) daging yang… selengkapnya
*Harga Hubungi via WAMesin pencacah rumput dan kompos ini digunakan untuk mengecilkan ukuran bahan organik seperti daun-daunan, limbah sayur, ranting kecil, ranting, dan… selengkapnya
*Harga Hubungi via WAMesin genset yang menggunakan tenaga diesel (solar) ini bisa menghemat bahan bakar, kuat, serta mudah dirawat. Mesin ini termasuk perangkat… selengkapnya
*Harga Hubungi via WAMesin Pencampur Bumbu adalah mesin untuk bumbu kering dengan produk makanan yang sudah jadi seperti makanan ringan atau keripik. alat… selengkapnya
*Harga Hubungi via WAAlat cetak bata berfungsi mencetak batu bata. Tentunya dapat mempermudah dan mempercepat para produsen material bangunan dalam proses produksi batu… selengkapnya
*Harga Hubungi via WAMesin perontok dan pemipil jagung memiliki kapasitas yang leluasa sehingga memungkinkan Anda untuk dapat memproduksi jagung dalam jumlah yang besar… selengkapnya
Rp 9.500.000Wastafel portable telah menjadi simbol higiene dan perawatan diri. Namun, di luar fungsi utamanya, wastafel juga memiliki peran sosial dalam… selengkapnya
*Harga Hubungi via WAMesin pencacah sampah organik kapasitas besar model CH 1500 ini adalah perangkat otomatis untuk para petani dan juga peternak yang… selengkapnya
*Harga Hubungi via WAKompor oli merupakan kompor biasa dengan bahan bakar oli bekas yang efisien. Cocok digunakan untuk proses produksi pabrik tahu, budidaya… selengkapnya
*Harga Hubungi via WAAlat pengayak kompos merupakan salah datu dari mesin pengolah sampah yang berfungsi untuk mengayak kompos agar memiliki ukuran yang seragam…. selengkapnya
*Harga Hubungi via WA
Saat ini belum tersedia komentar.